Harapan Berubah Kecewa: Proyek Cetak Sawah di Desa Suka Maju Tak Bisa Digarap, Warga Cari Kejelasan


SUKAMAJU - Cetak sawah masyrakat di desa suka maju tidak bisa di fungsikan masyrakat harus mengadu kepada siapa


Rp6.665,315,416,15 milyar rupiah anggaran cetak sawah masyrakat yang dikerjakan oleh Komando Distrik Militer 1206 gagal dan sia sia sawah tidak bisa ditanami padi. 


Program cetak sawah hadir ditengah masyarakat suka maju (lunsara ) memberi harapan baru kepada masyarakat, akan tetapi harapan itu hanya tinggal harapan cetak sawah yang memakan anggaran kurang lebih     Rp6.665,315,416,15 rupiah dengan area kurang lebih 200 hektar menjadi harapan hampa bagi masyarakat karena lahan tersebut tidak bisa di fungsikan sebagai percetakan sawah pada mestinya.


Nah jika ini tidak dilakukan perbaikan atau kelanjutan maka kami pastikan percetakan sawah masyrakat ini akan sia sia dan masyrakat jelas kecewa dan negara pun dirugikan gelontorkan dana sebesar itu tapi tidak bisa dimanfaatkan jelas warga


Saat tim media ini secara langsung meninjau pekerjaan sawah yang katanya sudah sesuai standar anggaran yang dikerjakan salah satu perusahaan, ternyata sangat bertolak belakang dengan fakta lapangan, cetak sawah di buat tampa tanggul, tampa saluran air dan kayu kayu di tumpuk tampa pembersihan dan pantauan media ini cetak sawah ini tidak lebih hanya ling kliring saja


Masyarakat sudah sangat mendukung dengan hadir nya program pemerintah ini maka tampa ibalan apapun mereka bersedia menyerahkan tanah mereka untuk menjadi lahan percetakan sawah, tetapi masyrakat sekarang menjadi binggung dan kecewa lahan lahan mereka terbenglalai tidak berguna. 


Salah seorang warga yang kami temui mengatakan kami binggung saat ini tanah kami mau kami tanami  padi itu tidak mungkin,karena pengerjaan percetakan sawah seperti itu tidak layak untuk padi, dan mau kami tanam tanaman lain tidak dibolehkan, karena sudah terpeta dininas pertanian bahwa area tersebut percetakan sawah harus tanam padi. 


Dan kami berharap pekerjaan ini akan ada kelanjutan nya sampai lahan lahan ini bisa dipungsikan sebagaimana mestinya, jika tidak sangat terpaksa kami akan membuat aksi membangkang karena tanah tanah ini milik pribadi kami akan kami tanam dengan tanaman lain seperti sawit, sebab ini bukan salah kami, kami ingin tanam padi tapi lahan tidak memungkinkan tegas warga yang nama nya enggan di sebutkan. 


Kami juga meminta agar mentri pertanian segera turun lapangan kroscek langsung meninjau fakta lapangan jangan hanya duduk di kursi empuk hanya menerima laporan dari bawahan saja tetapi tidak tahu fakta lapangan seperti apa yang sebenarnya,dan terkesan pemerintah membodohi masyrakat ungkap tokok masyrakat desa suka maju yang enggan nama nya disebutkan. 


Awak media juga menemui kades suka maju secara dadakan sesudah awak media melihat langsung kondisi percetakan sawah tersebut, saat awak media menemui kepala desa dikator desa kepala desa membenarkan bahwa percetakan itu sangat jauh dari harapan masyrakat terutama masyrakat yang sudah menyerahkan tanah tanah mereka untuk lokasi percetakan sawah di desa saya, dan jika nanti masyrakat yang miliki lahan di percetakan sawah menggambil sikap untuk menanam selain padi saya juga tidak bisa menahan sebab itu tanah milik mereka,tetapi secara aturan dan prosedur saya sebagai kades tetap mengatakan tidak boleh ditanam selain padi, akan tetapi keinginan untuk tanam padi menjadi sirna dikarena kan percetakan sawah yang dibuat itu tidak sesuai harapan dan tidak layak untuk ditanam padi jelas kepala desa suka maju. 


Maka saya sebagai kades berharap agar percetakan sawah ini dilanjutkan pekerjaan sampai bisa di fungsikan karena kasian masyrakat saya yang sudah berharap dan bermimpi ingin memiliki sawah yang baik seperti yang diharapkan pemerintah. 


Kami tidak mau dianggap pemerintah pusat tidak bisa memanfaatkan lahan padahal pemerintah sudah memberi pasilitas dan anggaran yang besar untuk memberi percetakan masyrakat jelas kades. 


Diselah kermaian ada seseorang juga yang memberi komentar pedas ini jelas merugikan negara dan kami menduga ini ada tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berjemaah dan terstruktur. (Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasa Ditinggalkan Usai Pilbup Bogor, Tim Trust Ungkap Kekecewaan Terhadap Elit Politik

PT. Bina Indocipta Andalan Menyelenggarakan Webinar dengan Tema, Kupas Tuntas PMK 136 Tahun 2024 Tentang Pengenaan Pajak Minimum Global (Global Anti-Base Erosion Rules/GloBE) sebesar 15% bagi Perusahaan Multinasional di Indonesia.

Dugaan Paspor Ganda Anak Seret Nama Pejabat, KPK Diminta Periksa Aliran Dana ke Wamen